AGAM, marapipost.com-Ada problema yang ganjal dalam kehidupan berbudaya di Ranah Minang, banyak generasi yang tidak kenal dengan sukunya, tidak kenal dengan ninik-mama (Pangulu-Datuak)nya. Tidak sekedar kekhawstiran, tapi sudah diuji.
Wali Nagari Manggopoh Zahmas Ari, Datangi Sekolah, Ingatkan Suku Pada Siswa
Karena itu, Wali Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Zahmas Ari Tuanku Sidi puya kiat tersendi, agar generasi penerus di Nagari Manggopoh tidak kehilangan jati dirinya, selain ceramah di rumah ibadah masjid dan surau, mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Nagari Manggopoh, ujarnya Rabu (28/1/2026.
Ketika dilakukan uji petik kenal suku dan ninik mamaknya disekolah-sekolah yang dikunjunginya, rata-rata murid tidak mengenal suku dan kepala kaumnya. Kedua orang tuan dan keluarga rupanya belum mengenalkan suku dan ninik mamaknya.
Justeru itu Wali Nagari Manggopoh Zahmas Ari Tuanki Sidi, berharap kepada keluarga, trrutam bagi kedua orang, jangan lupa mengenalkan suku dan datuaknya kepada si anak, agar kelak apabila ia sudah dewasa ia mengenal jati dirinya, apa sukunya, siapa ‘Datuak’ nya.
Lebih-lebih perantau, karena saking sibuknya bekerja dirantau, tidak ingat lagi untuk membisikan jati diri kepada anak. Itulah sebab nya si anak tidak kenal dengan jati dirinya. Ia hanya mengetahui bahwa ia adalah orang padang, atau orang minang. Itu pun kemungkinan ia ketahui dari mulut kemulut, tutur Zahmas Ari.
Karena itu dalam program kerja, khusus untuk dikampung, ia datangi sekolah-sekolah, dan surau-surau, ia wejangkan betapa pentingnya mengenal suku, ‘Pangulu’, agar tidak salah dalam pergaulan, bahkan berujung kepada pernikahan.
Yang ditakutkan terjadi dimasa akan datang, nikah sesuku. Nikah sesuku itu tidak dilarang agama (Islam), tapi oleh adat Minangkabau tidak dibolehkan. Hal itu terjadi, karena ketidak tahuannya selama ini, terang Wali Nagari Manggopoh Zahmas Ari.[lk]











