KOTA PADANG, marapipist.com-Kaba baik Baimbauan, kaba buruak bahambauan, semboyan itulah yang selalu di jaga Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kemenag Kota Padang pada hari Rabu (28/1/2026).
Sejumlah anggota IPARI menyambangi rumah Renita Susanti (Penyuluh Agama Fungsional) Kemenag kota Padang tepatnya pada satker KUA Kuranji, untuk bertakziah atas meninggalnya ibunda Renita .
Ibunda Reni Renita yang bernama Imah Zura meninggal di Bukit Lacan, Guguk Kecamatan VII Koto Sei Sarik Kabupaten Padang Pariaman pada Kamis malam (21/1/2026) jam 19.00 dalam usia 86 tahun.
Almarhumah meninggal karena sebelumnya memang mengalami sakit, tapi menurut Reni sakitnya adalah karena sudah tua. Almarhumah dimakamkan pada hari yang sama di kampung halamannya, Bukit Lacan Guguk.
Acara takziyah dari IPARI ke rumah Renita di Padang baru dilakukan pada Rabu (28/1/2026) karena Renita masih berada di Kampung dan kesibukan lainnya. Namun sebelumnya beberapa orang anggota IPARI sebagai perwakilan telah juga bertakziah pada Jumat (22/1/2026) bersama Kepala KUA dan Staff telah juga pergi kerumah duka di Pariaman, ujar David Abdullah, salah seorang anggota IPARI.
Ketua IPARI, Almi Efendi berharap untuk kedepan para anggota IPARI harus lebih solid lagi dalam membangun kebersamaan ditubuh IPARI kota Padang baik dalam suka duka.
Hal senada juga disampaikan David Abdullah, salah seorang penyuluh senior di Kemenag kota Padang berpesan agar silaturahmi tetap dijaga seperti semboyan di Ranah Minang “Saciok bak ayam sadanciang bak basi”, yaitu Seiya sekata selalu dibawah naungan IPARI.
Dalam takziyah itu dibacakan zikir dan doa untuk almarhumah dengan harapan Allah mengampuni kesalahan- kesalahannya dan memberikan Syorga sebagai tempat tinggalnya.
Renita dalam sambutannya menyatakan rasa terimakasih yang setinggi- tingginya atas kehadiran anggota IPARI kerumahnya yang terletak di Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, untuk bertakziah membacakan zikir dan doa yang ditujukan kepada ibunda beliau. almarhumah Imah Zura.[*]











