AGAM, marapipost.com-Berbagai lembaga terus memperhatikan kondisi rakyat lemah. Buktinya 7 orang masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menerima bantuan kaki palsu, dari PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports Cabang Bandara Internasional Minangkabau.
Bantuan itu diserahkan kepada penerima melalui Dinas Sosial Kabupaten Agam yang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.
Melalui fasilitasi dan pendampingan intensif, Kamis (22/1/2026), 7 orang masyarakat Kabupaten Agam menerima bantuan kaki palsu dari PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports Cabang Bandara Internasional Minangkabau.
Bantuan ini, bagian Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports. Program itu disambut baik Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya Dinas Sosial sebagai instansi teknis yang menangani rehabilitasi sosial.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports atas kepedulian dan dukungannya terhadap masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Agam.
“Kami mengucapkan terima kasih atas program TJSL ini. Bantuan kaki palsu ini sangat berarti dan benar-benar menolong masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap program seperti ini dapat menjadi agenda rutin ke depannya”, ujar Villa Erdi.
Para penerima bantuan, jelas Villa Erdi, adalah masyarakat yang diusulkan pada tahun 2025, diawali dengan proses pengukuran kaki palsu pada tanggal 12 November 2025 di Kantor Administrasi PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Minangkabau.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Agam Hasneril, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Agam menjelaskan, tidak hanya sebatas pengusulan, tetapi juga melakukan pendampingan penuh sejak awal proses hingga pemasangan kaki palsu.
Dinas Sosial Kabupaten Agam mendampingi lang penerima bantuan ini, mulai dari keberangkatan ke Padang, proses pengukuran, hingga pemasangan kaki palsu ini”, jelas Hasneril.
Pendampingan tersebut dilakukan oleh Erizal, S.Sos, Fungsional Pekerja Sosial (Peksos) Erizal, S.Sos, bersama Erianto, staf Dinas Sosial Kabupaten Agam, sebagai bentuk tanggung jawab dan pelayanan optimal kepada masyarakat.[lk]











