AgamSumatera Barat

Paska Bencana Banjir Agam, Sejumlah Gedung dan Peralatan Sekolah Rusak

×

Paska Bencana Banjir Agam, Sejumlah Gedung dan Peralatan Sekolah Rusak

Sebarkan artikel ini

AGAM, marapipost.com-Bencana banjir yang mendera Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026, menyisakan derita mendalam, puluhan bangunan hancur berikut peralatan sekolah, ratusan korban jiwa, baik dewasa, anak-anak, anak sekolah. Dibidang pendidikan tercatat 102 satuan pendidikan rusak, baik tingkat TK, SD, SMP. Bencana menimpa itu betul-betul memukul Kabupaten Agam.

Bupati Agam Benni Warlis sudah memaparkan perihal kondisi Kabupaten pada Rapat Koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnafian Selasa (13/1/2026) di Gubenuran Sumatera di Padang. Semua derita disampaikan Bupati Agam Benni Warlis kepada Mendagri Tito Karnafian.

Lebih memilukan dari sisi pendidikan, 26 guru dan siswa meninggal dunia, sementara sejumlah tenaga pendidik masih hilang, dan sebagian lagi sempat terisolasi. Pemerintah Daerah terus berupaya agar pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) dapat dilaksanakan, walau bagaimanapun rintangan yang dilintasi.

Di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, salah satu diantaranya daerah yang terisolasi, bantuan disalurkan melalui jalur Danau Maninjau dengan motor Motor Boat. Bekerjasama dengan relawean, Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, terus mmbenahi kembali infrastruktur yang rusak, tapi permasalahannya, begitu selesai dibenahi, hujan besar kembali turun menimbulkan banjir dan mendobrak kembali fasilatas yang telah dibenahi, hubungan darat kembali putus.

Data yang dapat dihimpun dari rangkuman Pemerintah Kabupaten Agam, bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor meluluhlantakan 22 TK/Paud, 65 SD dan 15 SMP. Total kerugian ditaksir mencapai Rp11,466 miliar. Selain 26 korban jiwa, tercatat 3 guru jadi korban, dan 10 guru sempat terjebak pada hari pertama bencana tiba.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menmyebut, bencana kali ini paling terberat dari bencana yang pernmah terjadi di Kabupaten Agam. Karena itu kunjungan Mendikdasmen ke Kabupaten Agam diharapkan dapat jadi sitawa sidingin.

Dukungan pemerintah pusat sangat diharapkan sangat diharapkan. Buat sementara Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dibantu relawan dan lembaga lainnya membangun tempat belajar darurat, dan penggabungan belajar kesekolah terdekat.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *