TANAH DATAR, marapipost.com-Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Eka Putra, memaparkan kondisi pemulihan pascabencana dalam Rapat Koordinasi (rakor) Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pasca Bencana.
Rakor digelar membahas Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, secara Virtual Zoom Meeting di Gedung Indojolito, Jumat (9/1/2026).
Rakor diikuti Wakil Bupati, Ahmad Fadly, Sekretaris Daerah, Abdurrahman Hadi, para Asisten dan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait. Bupati Tanah Datar Eka Putra menjelaskan kondisi terkini pasca bencana di wilayah Kabupaten Tanah Datar, berharap bantuan serta penanganan dari Pemerintah Pusat secepatnya.
Ada 6 unit sarana pemerintahan, 4 unit kantor Wali Nagari atau desa, 1 unit kantor Wali Jorong dan 1 unit kantor cabang Perumda PDAM rusak, namun urusan Pemerintahan saat ini tetap dapat berjalan lancar, walaupun masih belum normal sebagaimana biasa, ujar Bupati Tanah Datar.
Eka Putra juga memaparkan berbagai kondisi layanan publik, fasilitas kesehatan, sarana dan prasarana pendidikan. Juga kondisi akses darat, kondisi ekonomi sosial masyarakat terdampak bencana.
Satu unit Puskesmas, 5 unit SD, 3 unit SMP, 5 unit PAUD, 2 unit TK, dan 3 unit Pondok Pesantren. Kemudian 145 unit UMKM, 5 objek wisata dan 3 Home Stay. Sedangkan akses darat ada 21 ruas jalan kabupaten, 12 ruas jalan nagari atau desa, satu ruas jalan provinsi dan satu ruas jalan nasional yang rusak. Hal ini kesemua tentu butuh dukungan dari pemerintah pusat, ungkap Eka Putra.
Yang tidak kalah penting, tambahnya, karena objek wisata, dan UMKM terdampak bencana yang menyebabkan aktivitas ekonomi atau transaksi tidak terjadi, sementara kewajiban membayar angsuran pinjaman tetap berjalan.
“Kepada pak Mendagri, kami mohon solusi bagi pelaku UMKM dan juga pelaku objek wisata yang terdampak bagaimana mengatasi persoalan angsuran pinjaman ini, karena usaha mereka terdampak bencana dan tidak bisa melakukan aktivitas usaha sebagaimana biasa,” kata dia.
Sementara itu Mendagri, Tito Karnavian, menyampaikan, apa yang disampaikan Bupati sudah menjadi catatan dan segera akan di bawa ke rapat selanjutnya bersama kementrian lainnya.
“Kabupaten Tanah Datar memang menjadi salah satu perhatian utama kita dalam bencana ini. Apa yang pak Bupati sampaikan menjadi catatan, kita akan ajak Kementerian Pariwisata dan kementerian lainnya bersama-sama mengatasi hal itu,” ujarnya.
Namun yang penting, tambah Tito, kesiapan dan kevalidan data menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sehingga langkah-langkah strategis bisa segera dilakukan.
“Saya minta kabupaten kota yang terdampak, segera sampaikan data-data tentang ini dengan lengkap dan valid, sehingga kita lakukan langkah penanganan selanjunya,” pungkas Tito Karnavian.[*]











