PADANG PARIAMAN, marapipost.com-SMA Negeri 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memungut sumbangan komite sekolah sampai bulan Maret 2026, bagi kelas 3 yang menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Batang Anai.
Ketua Komite SMA Negeri 1 Batang Anai Jacky Ali, membenarkan, SMA Negeri 1 Batang Anai pungutan sumbangan komite bagi kelas 3 yang akan menamatkan pendidikan pada tahun 2026, diminta membayar sumbangan komite sampai bulan Maret 2026, itu hanya imbauan, ajakan. Tujuan jelas Jacky Ali, Rabu (17/12/2025) agar orang tua tidak repot lagi nanti, apabila anaknya akan meninggalkan sekolah setelah tamat belajar, tutur Jacky Ali.
Adanya desas- desus ditengah masyarakat khusus wali murid yang mengatakan bahwa sumbangan yang di minta Komite SMAN I Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, tidak melalui rapat walimurid dan hanya keputusan sepihak, terkait dana sumbangan sukarela murid pada pihak komite.
Itu hanya saran, bukan paksaan. Jacky Ali membenarkan, hal itu tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan orangtua atau wali murid, karena hal itu hanya imbauan, bukan paksaan. “Apakah tidak melanggar regulasi, bila sumbangan komite sekolah ditagih sampai bulan Maret 2026?, tidak”, tutur Jacky Ali.
Tentang kepengurusan Komite Sekolah, beredar issu kepengurusan komite SMA Negeri 1 Batang Anai orangnya itu ke itu saja. Dulu wakil ketua, sekarang naik jadi ketua, yang ketua dulu jadi wakil ketua. Kalau masalah itu, papar Jacky Ali, kepengurusan itu dipilih melalui tim formatur.
Sebelum dipilih pengurus komite, yang dipilih terlebih dahulu tim formatur. Setelah tim formatur dipilih, tim formaturlah yang memilih penguruas, siapa jadi ketua, dan sebagainya. Bagi Jacky Ali menjelaskan, tidak ada persoalan terilih atau tidak terpilihnya sebagai pengurus komite. Tidak meminta untuk jadi ketua komite, pengurus komite itu tidak digaji, paling-paling ketika rapat dapat uang Rp100 ribu, hanya itu, jelas Jacky Ali di Kota Pariaman.
Ada demo sebelumnya, dijelaskan Jacky Ali, itu terjadi hanyalah atas kesalahpahaman. Kalau ada penyimpangan keuangan komite, silakan periksa, silakan audit dimana letak penyimpangannya. Tapi rasa-rasanya tidak ada. Ooo!, untuk membuktikannya, silakan periksa, pengurus menjalankan tugas sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), jelas Jacky Ali.
Jacky Ali juga menyebut, pengalamannya memimpin berbagai organisasi, pernah dipilih sebagai Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Padang Pariaman, pernah mengelola terminal di Pasar Lubuk Alung, ia juga aktif olahraga binaragawan. Yang hebatnya dipilih sebagai Ketua Terminal Lubuk Alung, dapat gaji dahulunya Rp6 juta, Jacky Ali minta berhenti, atas saran dari tetua, katanya.
Jadi pegawai Pemda Padang Pariaman, dahulunya diminta Bupati Almarhum Muslim Kasim. Jacky Ali sebetulnya tidak pernah bertemu dengan Bupati Muslim Kasim itu, tetapi ada yang menjemput.
Setelah menghadap, disuruh siapkan perlengkapan administrasinya, maka jadi pegawailah sampai sekarang, ditempatkan di Pol PP, DPRD Padang Pariaman. “Jadi, kalau soal ketua komite SMA Negeri 1 Batang Anai, tidak pernah meminta, tetapi dipilih, jelas Jacky Ali. Untuk apa meminta, jelas Jacky Ali. Jacky Ali banyak usaha diluar.[lk]











