AgamSumatera Barat

Bincang Setengah Jam Bersama Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto

×

Bincang Setengah Jam Bersama Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto

Sebarkan artikel ini
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto.

LUBUK BASUNG, marapipost.com-Setengah jam lebih dengamn Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Budi Suharto, menukil atas keberhasilan dalam mencapai cita-cita, hingga untuk saat ini dipercaya untuk memimpin Lapas Kelas IIB Lubuk Basung.

Awal cerita, dalam perbincangan di Kantor Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Senin (15/12/2025), Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung Budi Suharto, merasa nyaman bertugas sebagai pimpinan Lapas Kelas IIB.

Kalapas Budi Suharto merasa senang dan nyaman, karena leluasa bergerak melakukan pembinaan terhadap wabin bersamarekan sekerja, kerana punya lahan yang cukup, sehingga ia merasa bebas bergerak dan berpikir terhadap langkah-langkah pembinaan terhadap Warga Binaan (Wabin) di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung.

Agar dapat menjalankan tugas dengan baik, sebagai lembaga Pembina wabin, Budi Suharto, berharap dukungan pendanaan yang cukup untuk mensukseskan program pembinaan warga binaan. Tentu saja dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Sumatera Barat, agar kualitas pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dapat dilaksanakan semaksimalnya.

Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, menjelaskan, ia mulai menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung bulan Maret 2025. Sebelum sampai bertugas di Lubuk Basung, sudah menempuh lika-liku dan perjalanan panjang bertugas dipemasyarakatan.

Sebagai abdi Negara di pemasyarakatan, sudah banyak daerah yang ia tempati. Awal bekerja ditempati Sorong Papua, kalau sekarang Papua Barat, pada tahun 1995, kemudian ditugaskan di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Banten.

Awal motivasinya Budi Suharto masuk ke pemasyarakatan ini, awalnya adalah dorongan dari orang tua, ada peluang untuk masuk pendidikan di Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) di Jakarta. Menengok peluang tersebut, setelah mempelajari terhadap persyaratan yang disyaratkan, Budi Suharto, masuk pendidikan tersebut, hingga selesai dengan lama pendidikan 3 tahun.

Selesai urusan dikampus, mulailah ditugaskan. Awal bertugas ke Sorong, Papua, provinsi paling timur Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Lapas Manokwari, Kepala Seksi Kegiatan Kerja di NTB, Kepala UPT Bapas Bukittinggi di Biaro, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pelaihari, Kepala Bidang di Lapas Kota Tangerang, hingga Kalapas Biak, Papua.

Nah!, terhitung Maret 2025, ditugaskan memimpin Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Budi Suharto mengaku senang di Lapas Lubuk Basung, dengan alasan, ia dapat melakukan pembinaan lebih sempurna, karena Lapas Kelas IIB Lubuk Basung memiliki lahan cukup luas, sehingga pembinaan wabin dapat dilaksanakan sesuai dengan kesukaan wabin, terutama adalah dibidang pertanian.

Kini, Lapas Kelas IIB makin hebat, tertata dengan baik, sebelumnya sulit mendapatkan air bersih, dalam kepemimpinan Budi Suharto, dibangun sumur tancap (Sumur Bor), jalan setapak menuju rumah dinas kalapas, terletak dilereng dengan kemiringan sederhana, dibentuk sedemikian rupa mengikuti lereng, sehingga melahirkan keindahan tersendiri.

Begitu juga tanam-tanaman, bunga-bungaan mekar mengelilingi rumah dinas. Juga ada peternakan, yakni ternak itik. Wabin dibina dengan bermacam keterampilan, agar setelah selesai menjalankan masa pembinaannya, wabin dipulangkan telah memiliki ilmu dan keterampilan untuk berusaha hidup bersama keluarganya.

Bertugas di Kabupaten Agam, Budi Suharto mengaku senang dan bangga dapat mengabdi di Ranah Minang. Tekat Budi Suharto, menjadikan Lapas Kelas IIB Lubuk Basung sebagai lapas terbaik sebagai tempat pembinaan Narapidana.

Dibidang pertanian, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, menanam berbagai jenis sayuran, terong,  bayam dan lainnya, palawija jagung, bidang peternakan bebek dan ayam. Untuk keterampilan wabin, ada pelatihan keterampilan pengelasan, kerajinan tangan lainnya.

Program-program itu dirancang dan diterapkan, bertujuan, agar warga binaan (Wabin) memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah ia keluar lapas bebas dari tahanan, jelas Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *