AgamSumatera Barat

Huntara Korban Bencana Mulai Dibangun, Bupati, Kunci Utama, Kesediaan Warga

×

Huntara Korban Bencana Mulai Dibangun, Bupati, Kunci Utama, Kesediaan Warga

Sebarkan artikel ini

KABUPATEN AGAM, marapipost.com-Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis, Sabtu (13/12/2025), secara Virtual (Vicon) saksikan Gubernur Sumatera Barat letakan batu pertama pembangunan huntara untuk Sumatera Barat, dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman.

Bupati Benni Warlis mennyaksikan dari Lapangan Bola SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan saksikan Gubernur Sumatera Barat bersama bersama Wakil Bupati H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com, unsur Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pememerintah Kabupaten Agam, juga pemangku kepentingan terkait.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya menegaskan, pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara ini bagi masyarakat terdampak bencana. Gubernur meminta seluruh kepala daerah untuk segera merealisasikan pembangunan huntara, sebagai solusi awal bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah perangkat daerah turut memaparkan langkah dan kondisi penanganan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono menyampaikan, selama masa tanggap darurat, hingga pascabencana, kebutuhan sandang dan pangan masyarakat tetap jadi prioritas.

“Untuk kebutuhan dasar masyarakat, kami terus berupaya memberikan dukungan terbaik, meskipun dengan keterbatasan. Selain itu, pendataan rumah rusak ringan, sedang, hingga berat telah dilakukan Pememerintah Kabupaten Agam. Bagi rumah yang rusak berat, akan menempati hunian sementara, pembangunannya dimulai hari ini”, ujar Rahmat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi menjelaskan, setelah pembangunan huntara rampung, pemerintah akan melanjutkan ke tahap pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Jumlah rumah yang hanyut akibat bencana berjumlah 256 unit, rusak berat 511 unit, total 767 unit. Itu lah yang harus dibangun kembali.

Rumah yang rusak sedang berjumlah 396 unit, rusak ringan 486 unit. Keseluruhan berjumlah 1.649 unit rumah yang rusak di Kabupaten Agam. Penanganannya akan dilakukan secara bertahap. Di bidang kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian menjelaskan, sektor kesehatan memiliki peran penting menjaga kondisi fisik dan mental terhadap pengungsi, terutama kelompok rentan.

“Kelompok ibu hamil, menyusui, anak-anak, balita, lansia, serta penyandang disabilitas harus mendapatkan perhatian khusus. Pasca bencana, kami akan melakukan penyuluhan penyakit berpotensi, pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas, serta kegiatan trauma healing”, tutur Hendri Rusdian.

Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan bantuan jaminan sosial ke Kementerian Sosial. Usulan bantuan tersebut, adalah santunan bagi bagi ahliwaris korban meninggal dunia, luka berat dalam bentuk uang duka.

Usulan itu disusun berdasarkan data by name by address, dan data ahli waris. Juga diusulkan bantuan biaya hidup bagi pengungsi yang bersedia tinggal di hunian sementara, serta bantuan isi rumah bagi hunian tetap, sesuai dengan data yang telah dihimpun.

Bupati Agam, Benni Warlis menjelaskan, pembangunan huntara pada masa tanggap darurat ini, segera direalisasikan bersama BNPB. Kuncinya adalah kesiapan dari masyarakat yang rumahnya rusak berat. “Huntara akan kita siapkan, namun mereka harus menyatakan kesediaannya untuk menghuni hunian sementara tersebut”, papar bupati.

Huntara, terang bupati, dibangun dilapangan sepakbola SD Negeri 05 Kayu Pasak, dan beberapa lokasi lain di kecamatan terdampak bencana, yang berada di luar zona merah. Lokasi pembangunan dipastikan berada di lahan milik pemerintah, datar, serta aman dari potensi longsor dan banjir.

Sedangkan untuk pembangunan hunian tetap, Pememerintah Kabupaten Agam, menyiapkan skenario dua lokasi, di kawasan Gumarang, tepatnya di Balai Benih Ikan (BBI), dan Dama Gadang.

Bupati Agam juga mengimbau rumah masyarakat yang rusak berat diminta segera melaporkan kesediaannya untuk menempati hunian sementara, demi percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana, kata Bupati Agam Beni Warlis.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *