LUBUK BASUNG, marapipost.com-Sebanyak 28 orang dosen program studi peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Provinsi Riau, Sabtu (9/8/2025) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Tani Giat Bersama di Jorong Padang Mardani, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Tuan rumah Ketua Kelompok Tani Giat Bersama, Yurnalis menjelaskan, dari anggota kelompok taninya, selain ia sendiri yang mengikuti juga diikuti Muklis, Harlon Sadri, Sarel, M. Gani, Kasir, Muslim, dan Jhonaidi. Sedang 6 kelompok lainnya, yakni Kelompok Tani Kelompok Magek Perak dengan peserta; Apriaon, Edo Madani, Sarlan dt Bungsu, Risman Edisin.

Kelompok Tunas Harapan, pesertanya, Risman, danSawir. Kelompok Lintas Harapan, pesertanya; Ismerinal, dan Joni Suryadi. Kelompok Batam Makmur, peserta, Jondri Efendi, dan Jumaidi Hendra. Kelompok Tani Saiyo pesertanya Rianto. Kelompok Peduli Warga, peserta Suheri
Dari Pekanbaru, rombongan dipimpoin Profesor Dewi Febrina. Dewi Febrina, didampingi Doktor Arsadi dan Doktor Evawati, menjelaskan, di Kabupaten Agam, khususnya di Kecamatan Lubuk Basung, bahan baku pembuatan pakan ternak sungguh banyak, baik rerumputan, tanaman jagung sudah dipanen, melimpah, kebiasaan petani, setelah panen jagung, limbah jagung dibakar saja, pada hal, limbah tersebut dapat dimanfaat untuk pakan ternak, jelas Dewi Febrina.
Justeru itu, 28 dosen tersebut, kebetulan ada diantara dosen tersebut orang Lubuk Basung, beralamat di Lapau Talang, Nagari Persiapan Sangkir, sepakatlah dosen-doses tersebut melaksanakan pengabdian tersebut, atas usul dosen . Rombongan mengucapkan terima kasih atas sambutan, sekaligus dapat bertemu langsung dengan kelompok tani dalam rangka melaksanakan pengabdian kepada masyarakat itu pembuatan pakan ternak dari limbah tanaman jagung.
Para dosen berharap teknologi tepat guna tersebut dapat dikembangkan masyarakat, dengan tujuan petani peternak, apa yang kami praktekan ini menjadi buah hasil yang bermanfaat besar bagi kelompok tani yang juga beternak sapi.
Doktor Arsadi menjelaskan, pemanfaatan limbah jerami jagung selain pakan ternak, juga dapat dijadikan sebagai pakan ruminansia. Untuk pakan ternak sapi, dilaksanakan penerapan panca usaha peternakan, dalam rangka mendukung dan mensukseskan ketahanan pangan nasional sesuai dengan program pemerintah pusat, Presiden RI Prabowo Subianto.
Kegiatan ini dilaksanakan tidak terlepas dari dukungan semua kelompok Tani Kecamatan Lubuk Basung, yang terlibat, yang kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Agam. Dipilihnya Jorong Padang Madani sebagai tempat kegiatan, karena potensi penanaman jagung di Padang Mardani cukup luas lahannya.
Disamping juga itu, terang Arsadi, banyak masyarakat yang berternak sapi. Justeru itu diharapkan peserta yang telah menyaksikan dan berbuat bersama, melihat dan praktekan, mudah- mudahan memahami. Paka yang telah dibuat ini dipermentasi selama 3 minggu (21 hari).
Setelah minggu ke-3 sudah dapat dilihat hasilnya berbuah manis. Uji coba ini memanfaatan limbah jerami (Batang) jagung, dedak, rumput dan molase yang disatukan untuk diolah dengan mesin pengolah.
Kelompok Tani Giat Besama, sendiri sebagai tuan rumah memiliki 12 KK. Pada awalnya mempunyai 12 ekor sapi, sapi tersebut terus berkembang, dan untuk saat ini sudah berkembang sudah berjumlah 19 ekor.
Dan kami atas nama kelompok Tani, kata Yurnalis mengucapkan terima kasih kepada para Dosen program studi peternakan, fakultas pertanian dan peternakan UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang telah datang dan hadir langsung membagi ilmu untuk kami.
Anggota kelompok tani Giat Bersama Padang Mardani, terlihat senang, karena hal ini dirakan kelompok suatu penghargaan bagi kelompok, dosen Uin dari Riau yang datang. Bertambah ilmu tentang pakan ternak, kami berharap, ternak sapi yang kami miliki bertambah sehat dan bertambah juga gemuk dagingnya, jelas beberapa anggota kelompok.[lk]











