BukittinggiSumatera Barat

Kota Bukittinggi Tidak lagi Indah, Semraut dan Mengecewakan Pengunjung

×

Kota Bukittinggi Tidak lagi Indah, Semraut dan Mengecewakan Pengunjung

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, marapipost.com-Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang selama ini dielu-elukan sebagai Kota Wisata, sudah tidak ditemukan lagi kenyamanan. Media Online Marapi Post (marapipost.com) turun keberapa titik disekitar Pelataran Jam Gadang, Kampung Cina, Pasar Atas Sabtu sore (12/7/2025) hingga jelang magrib, waduh!, sungguh memprihatinkan, kondisinya tidak seindah yang dibayangkan.

Dipelataran Jam Gadang, pengunjung penuh sesak, diramaikan dengan peadagang mainan anak-anak. Dikawasan Kampung Cina, jumlah kendaraan roda 4 parkir penuh sesak. Bila hendak parker, biaya parkar langsung diminta dengan jumlah Rp10 ribu, tanpa memberikan bukti pembayaran, baik yang diharapkan dalam bentuk tiket atau dalam bentuk karcis.

Dipertigaan, depan perbankkan menuju pasar atas, sejumlah bendi berikut kudanya, parkir, kemungkinan menunggu penumpang. Tapi dikawasan ini menyengat bau yang kurang sedap, tidak tau juga, apakah bau tersebut berasal dari kuda bendi atau entah dari mana.

Beberapa pengunjung, datang dari berbagai penjuru, merasa kecewa, ia berharap, Pemerintah Kota Bukittinggi mengadakan pembenahan dan penertiban agar yang datang, apa lagi yang datang dari jauh tidak kecewa. Tentu saja wisatawan yang datang dari jauh, bermaksud berlibur ke Kota Bukittinggi yang dikenal indah, tidak kecewa.

Kekecewaan wisatawan yang datang dari jauh, bakal jadi bumerang, ia akan bercerita, bahwa Kota Bukittinggi itu tidak sebagus yang dipromosikan pada berbagai media, termasuk juga di pacebook. Kekurangannya yang dapat dipantau Sabtu itu, petugas penjaga ketertiban umum sangat minim, hanya dijumpai 3 orang petugas berbaju Satpol PP. Petugas itu dijumpai di kawasan pertokoan pasar atas, tengah ngobrol.[lk]    

Respon (11)

  1. Tukang Ngamen juga silih berganti datang ketika Kita duduk di pelataran yg disediakan. Bahkan ada yg setengah memaksa meminta uang. Ndak nyaman lagi Kita menikmati keindahan Jam Gadang.

  2. Luar biasa pemberitaan Merapipost. Melihat Bukittinggi, tanpa secercah keindahanpun yang bisa diperagakan. Tidak membangun. Tidak memberi harapan pada warga Bukittinggi terhadap kedatangan wisatawan

  3. Dengan jumlah penduduk dan pengunjung sekarang, jam gadang dan pelatarannya tidak lagi dapat menampung kapasitas itu. Jam gadang baru perlu dibangun beserta dengan taman dan fasilitasnya. Jam gadang setinggi monas

  4. 1. Saran kritik ini perlu jadi perhatian pemko Bukittinggi.
    2. Tulisan sebelum diekspos perlu diedit dengan teliti.

  5. Bukittinggi tetap indah,elok,cantik dimata saya yg baru balik 14Juli’25ke rantau.
    Jam Gadang baru berbedak, tetep aura pesonanya menggelitik untuk berdecak dan menyelinap diantara kerumunan untuk memainkan jari² camera u/selfie😅
    Libur panjang anak sekolah…tentulah pengunjung membludak..saya rasakan itu dan bawa enjoy se lah man 🤣
    Bukittinggi tidak hanya di pusat kota (Jam Gadang, Kampung cina, pasa ateh,bawah,lereng)…
    Liputlah juga lah om tante, moleknya Panorama baru, antree subuh² gegara menyaksikan dan mengabadikan genitnya awan menari di negri atas awan. Semuanya diatur sama pemuda kampung sana (karang taruna),
    Bersih ga ada pungutan liar, parkir grateees. MasyaAllah Tabarakallah.
    Tangga tersembunyi dari kampung cina ke atas menuju krbun binatang.. exotis dan bersih.. , Kebun binatangnya Mantap dan tempat² lain yg lom diirik.
    Bagaimanapun Saya❤Bukittinggi
    But… 🤭G menampik juga tulisan om tan diatas👍. “parkir,bau,pengawas jaga,tata kota..cat yg soft lah jgn Gonjreng dll”.(maaaf..maapin yaa saya hanya pandai berkata² dan itupun menurut kacamata saya), tentunya
    WARNING buat PenKot Bukittinggi.
    ..kalau tidak lambat laun bersiap²lah babay cherio spt yg om tante post diatas..
    InsyaaAllah tidak
    🙏🙏🙏

    Bismillahirrahmanirtahim,
    Semangat & Berjaya PemKot Bukitinggi..

  6. Saya juga dgn keluarga hari minggu beberapa minggu yg lalu mampir duduk disekitar jam gadang…..terlalu banyak tukang ngamen yg silih berganti datang dgn pakaian hitam dekil , ada satu orang, ada yg berdua, ada yg bertiga menyuguhkan nyanyian dan alat ala kadarnya dan ada juga yg rada rada marah kalau tidak dikasih uang….setuasi ini juga bisa membuat orang
    enggan dan takut datang ke Bkt.Tinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *