AgamSumatera Barat

Banjir Landa Pd. Laweh Sei. Pua, Rumah dan Lahan Pertanian Terdampak

×

Banjir Landa Pd. Laweh Sei. Pua, Rumah dan Lahan Pertanian Terdampak

Sebarkan artikel ini

AGAM, Marapi Post.com-Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026), mengakibatkan banjir di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua. Peristiwa tersebut berdampak terhadap permukiman warga, fasilitas ibadah, akses jalan, serta lahan pertanian masyarakat.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Agam, banjir terjadi sekitar pukul 13.05 WIB. Informasi kejadian diterima dari Pemerintah Nagari Padang Laweh pada pukul 14.15 WIB.

Banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan polongan tersumbat material lumpur dan sampah. Akibatnya, aliran air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya hingga meluap ke badan jalan, kawasan permukiman penduduk, dan lahan pertanian.

Dampak kejadian tersebut mengakibatkan jalan penghubung Jorong Batu Gadang dan Jorong Kubu mengalami kerusakan akibat luapan air. Selain itu, empat unit rumah warga dan satu unit musala turut terdampak genangan banjir.

Tidak hanya permukiman, sektor pertanian masyarakat juga mengalami kerugian. Sekitar 30 hektare lahan pertanian yang tersebar di tiga jorong, yakni Jorong Kubu, Jorong Batu Gadang, dan Jorong Talao, dilaporkan terdampak banjir.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Agam berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari, sekaligus melakukan peninjauan lapangan, asesmen, serta pendataan terhadap dampak bencana.

Di tengah kondisi tersebut, semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terlihat melalui upaya gotong royong membersihkan polongan yang tersumbat. Pemerintah Nagari bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material yang menghambat aliran air.

Berkat upaya bersama tersebut, polongan berhasil dibersihkan sehingga aliran air kembali lancar dan genangan banjir berangsur surut.

Sementara itu, untuk membersihkan sisa material lumpur yang masih terdapat di badan jalan, Pemerintah Nagari Padang Laweh telah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Kabupaten Agam.

Di balik musibah tersebut, kepedulian, koordinasi, dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan bencana serta memulihkan aktivitas warga.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *