TANJUNG RAYA, marapipost.com-Entah kapan bencana ini akan berakhir, Jumat (2/1/2026) masih dikhabarkan di Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, banjir bandang mendera. Setiap hari boleh dikatakan belum ada redanya, malah tersebut mencekam.
Di Jorong Pasa, Nagari Maninjau, dari Kamis (1/1/2026) hingga Jumat (2/1/2026) muncul banjir bandang susulan. Boleh dikatakan sejak Kamis 27 November 2025 hingga 2 Januari 2026, masih belum merasa senang, terutama masyarakat yang berada disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Muaro Pisang.
Tercatat, terjadi banjir bandang susulan lebih dari 10 kali. Tapi volume material lumpur, bebatuan, serpihan kayu tidak seperti sebelumnya, meluluhlantakan perkampungan di Palembayan dan Jorong Labuah Sungai Batang.
Walijorong Pasa Maninjau, Dedy Febriyanto menjelaskan, akibat kejadian ini, warga Jorong Pasa, Nagari Maninjau sekitar DAS Muaro Pisang mengungsi ke lokasi yang dinyatakan aman. Yang mengungsi itu 167 KK dengan jumlah anggota keluarga 469 jiwa, mengungsi ke rumah ibadah dan rumah keluarga terdekat, ada juga keluar daerah.
Pengungsi pertama berada di Mushalla SMA Negeri 1 Tanjung Raya, dengan jumlah 6 KK dengan anggota keluarga 14 jiwa. Di Masjid Raya Kubu Baru, 28 KK dengan jumlah anggota keluarga 78 orang jiwa, jelas Dedy.
Ada juga pengungsi di Kantor Camat Tanjung Raya, 7 KK dengan jumlah anggota 24 jiwa. Di Masjid Gasang 4 KK dengan jumlah anggota keluarga 12 jiwa. Di Rumah Edo Kubu Baru, satu KK dengan jumlah anggota 10 jiwa. Di Masjid SMP Negeri 1 Tanjung Raya 44 KK dengan jumlah anggota keluarga 135 jiwa.
Selebihnya, mengungsi kepada sejumlah rumah karib dan kerabat sekitar Maninjau, dan Lubuk Basung. Keluar daerah ada yang ke Batusangkar, dan Sawahlunto. Ada juga diterima informasi mengungsi ke rumah keluarganya di Batam, dan Jakarta, jelas Wali Jorong Dedy Febriyanto.[lk]











