AgamSumatera Barat

Hebat!, Lingkungan Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Serasa Taman, Tapi Bukan Taman

×

Hebat!, Lingkungan Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Serasa Taman, Tapi Bukan Taman

Sebarkan artikel ini

LUBUK BASUNG, marapipost.com-Pertemuan akhir tahun 2025 dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Budi Suharto, SH, Selasa (30/12/2025), Kalapas Budi Suharto, bertekat mengelola Lapas Krelas IIB Lubuk Basung sesuai dengan potensi yang ada sebagai tempat tempat pembinaan Warga Binaan (Wabin).

Lapas kelas IIB Lubuk Basung, tutur Budi Suharto, memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai tempat pembinaan warga binaan, memiliki lahan lebih kurang 1 hektar (10.000 meter persegi). Diatas lahan seluas satu hektar itu dapat diadopsi berbagai kegiatan, dengan aneka usaha, terutama disektor pertanian.

Dikebun singkong bersama Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, S.H.

Budi Suharto berupaya, lingkungan Lapas Kelas IIB Lubuk Basung itu bersih, indah, terasa taman, tapi bukan taman. Penuturan Budi Suharto itu bukan omong kosong, bukan hanya sekedar cerita, tapi telah terbukti, ketika Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung Budi Suharto mengajak turun lapangan, belum lagi Budi Suharto memimpin Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, sudah memperlihatkan hasil nyata.

Budi Suharto dilantik sebagai Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung bulan Februari 2025, baru 11 bulan memimpin Lapas Kelas IIB, wah!, lingkungan terlihat indah, bagai taman, tetapi sesungguhnya bukan taman. Aneka tumbuhan ditanam, ada sayur-mayur, palawija, diantaranya jagung, ketela pohon (Ubi Kayu).

Tidak itu saja, ada juga peternakan; ternak ayam ras, ternak itik, juga ada kolam ikan, dengan jenis ikan nila. Yang sedang kosong ketika peninjauan lapangan Selasa (30/12/2025) kolam ikan lele yang tengah kosong, bibitnya belum dating. Jadi!, apa yang paparkan Budi Suharto diruang kerjanya, bukan omong kosong, setelah dilakukan tinjauan lapangan bersama Ketua TG 08 Sumbar Zamzami Edwar.

Agar perjalanan nyaman, supaya serasa menuju lokasi, dimulai dari pintu masuk lokasi disudut Kantor Lapas, dibangun jalan setapak, dicor selebar 50 cm mengikuti lika-liku lereng, dicat dengan bewarna warni, sungguh menakjubkan.

Jalan itu direncanakan menghubungkan tempat-tempat usaha yang dibangun dengan tertata rapi. Dilokasi tempat usaha, jalan itu hanya satu arah, hingga sampai keujung, melingkar, dan sampai kembali pada titik jalan masuk.

Kalau soal pelaksanaan pembangunan, kesulitan dana, iya betul, tapi diupayakan, adanya kerjasama dengan pihak lain. Dana dari kantor ada, tapi tentu tidak cukup. Kalau ditunggu cukup, kapan anggaran itu akan cukup, mustahil dana itu akan cukup, karena itu, dana yang ada dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, tutur Budi Suharto.

Harapan untuk tahun 2026, dapat dibangun Aula Pegawai, anggarannya dari kementerian, tentu saja diutamakan melanjutkan bangunan utama yang saat ini masih terbengkalai. Kalau tidak lanjut bangunan utama, sayang, sebab biaya sudah masuk kesana. Saat ini warga binaan di Lapas Kelas IIB Lubuk Basung berjumlah 426 orang, jelas Budi Suharto.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *