PADANG PARIAMAN, marapipost.com-Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Padang Pariaman, Sumatera Barat, periode 2025-2030, Senin (15/12/2025) dilantik, Ketua Umum Ny. Nita Christanti Azis. Suasana haru menyelimuti acara pelantikan memaparkan potret pilu terhadap permasalahan social. Paparan ini disampaikan disimak Bupati JKA, dan tamu undangan.
Pidato tersebut bukan sekadar sambutan, melainkan sebuah seruan mendesak untuk menyelamatkan martabat kemanusiaan di Padang Pariaman. Ny. Nita Christanti Azis menyoroti 3 persoalan mendesak, ia disebutnya sebagai “Tamparan Keras Bagi Kemanusiaan Kita”.
Tiga persoalan itu, adalah darurat pasung dan Orang Gangguan Jiwa (ODGJ). Ketua LKKS mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas praktik pemasungan terhadap ODGJ masih terjadi di Kabupaten Padang Pariaman.
“Masih adanya ODGJ yang dipasung, baik secara fisik maupun sosial, adalah tamparan keras bagi kemanusiaan kita. Ini mencerminkan, bahwa sistem penanganan dan dukungan bagi ODGJ dan keluarganya, masih belum optimal. Kita harus mengakhiri praktik primitif ini”, tegasnya.
Data tercatat, ada 37 kasus ODGJ pasung tersebar di 5 kecamatan. Sebanyak 6 orang diantaranya telah mendapatkan penanganan di Panti YPJI Padang. Kemudian, ancaman kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak
Ibu Nita menyebut kasus kekerasan seksual adalah sebagai darurat yang tidak bisa kita tolerir. Data menunjukkan bahwa kekerasan, khususnya kekerasan seksual pada anak, masih menjadi ancaman serius.
Sebanyak 61 kasus kekerasan telah dilaporkan dan mendapatkan layanan pendampingan dari UPTD PPA. Korban seringkali menghadapi trauma berkepanjangan, dan stigma sosial, sementara akses terhadap keadilan dan pemulihan masih terbatas, tambahnya dengan tenegas. LKKS hadir untuk menjadi tumpuan bagi para korban, papar Nita.
Berikutnya Fakir Miskin dan Orang Terlantar. Fakir Miskin, lansia terlantar, dan penyandang disabilitas yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Karena belum terdata, seringkali belum tersentuh program bantuan sosial (bansos), atau bantuan yang diberikan belum tepat sasaran.
“Inilah medan tugas kita. Inilah alasan mendasar mengapa LKKS harus hadir dengan strategi yang lebih kuat dan komitmen yang lebih membara”, tuturnya.
Dalam nada penuh keyakinan, Ny. Nita Azis mengingatkan, LKKS ujung tombak kesejahteraan sosial di Padang Pariaman. “Tugas kita berat, tetapi keyakinan dan semangat kita untuk mengabdi harus lebih berat lagi”, ujarnya.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat, tantangan sosial yang ada di Padang Pariaman membutuhkan kerja keras dan ekstra. Namun, Nita Azis menutup dengan optimisme tinggi, karena itu Ny. Nita Azis member sinyal pentingnya kolaborasi. “Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita atasi”, tutur Ketua Umum LKKS Padang Pariaman Ny. Nita Azis.[lk/kf]











