AgamSumatera Barat

PT. AMP Belum Kabulkan Tuntutan, Janji Bertemu dengan Mardin Dt. Kayo

×

PT. AMP Belum Kabulkan Tuntutan, Janji Bertemu dengan Mardin Dt. Kayo

Sebarkan artikel ini

PALEMBAYAN, marapipost.com-PT. AMP Plantation, masih belum mengabulkan tuntutan anak cucu dan keponakan Mardin Datuak Kayo. “Hingga berita ini diturunkan pihak PT. AMP belum mengabulkan permintaan dari kami anak cucu dan keponakan kami”, jelas Mardin Datuak Kayo Selasa (7/10/2025) dikawasan Pabrik PT. AMP di Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Mardin Datuak Kayo menjelaskan, saat ini masih dalam rencana dilaksanakan pertemuan Mediasi PTAMP Platation, dengan penguasa Tanah Ulayat Mardin Dartuak Kayo. Rencananya akan dilaksanakan pada 13,14,15 Oktober 2025 di Jakarta.

Pertemuan membicarakan agar kedua belah pihak saling menguntungkan. Yang jadi tuntutan Mardin Datuak Kayo, naikan honor bulanan dari angka Rp750 ribu jadi Rp5 juta. PT. AMP Platation, semestinya memahami kondisi saat ini, harga barang semua naik, tentu saja honor Rp750 ribu itu per bulan sudah tidak cukup lagi.

Selama ini, kami ninik mamak merasa dilecehkan oleh perusahaan dibangun diatas tanah ulayat, terang Datuak Kayo. Selain tuntutan itu, juga ada tuntutan untuk anak kemenakan Mardin Datuak Kayo di PT. AMP Platation, segera dapat perhatian.

Masih banyaknya anak kemenakan kami, jelas Mardin Datuak Kayo, yang belum mendapatkan pekerjaan di perusahaan PT. AMP, termasuk juga kompensasi. Juga dijelaskan Mardin Datuak Kayo, 9 ninik mamak secara utuh mendukung tuntutan Mardin Datuak Kayo, agar PT. AMP. Platation mengabulkan tuntutan ini.

Untuk keberangkatan ke Jakarta menemui pimpinan PT. AMP Platation pada hari dan tanggal yang sudah dijadwalkan itu, hanya 3 orang, yakni Mardin Datuak Kayo sebagai pimpinan, untuk berjumpa pihak yang dapat mengambil keputusan pada perusahaan tersebut. Penuh harapan pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak menghasilkan titik temu memuaskan. Artinya, saling bersinergi dan menguntungkan, jelas Mardin Datuak Kayo.

General Maneger (GM) PT. Kamu Mulyo yang dihubungi ke kantornya, tidak berhasil dijumpai, Mulyono tidak masuk kantor. “Pak Mulyono tidak masuk kantor pak”, jelas Sikuriti PT. AMP Plantation yang termasuk grob Wilmar itu.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *