LAWANG, marapipost.com-Sanggar Seni Sari Banilai Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tampil sebagai delegasi Indonesia dalam ajang International Rhythm and Folk Dance Festival di Malaysia, digelar oleh Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN) Malaysia, Tampil di Malaysia, Tanpa Dukungan Pemkab Agam.
Satu-satunya Sanggar Seni Sari Banilai Lawang Matur kabupaten Agam sebagai perwakilan seni budaya dari Indonesia, atas undangan JKKN Malaysia, tampil di ivent internasional.
Desriyanto selaku pimpinan rombongan dalam mempersiapkan tim sebanyak 13 orang bertolak ke negeri jiran, didominasi anak-anak usia 13-15 tahun. Mereka akan tampil bersama delegasi dari sembilan negara lainnya.
Sanggar Sari Banilai akan unjuk diri bersama dengan 9 negara lainnya yang juga ikut mempersembahkan sajian karya seni pertunjukan nantinya. Namun sebagai persiapan keberangkatan terkait dana telah dibicarakan dengan pihak Pemda Agam dengan memohon mendapatkan dana bantuan keberangkatan ke Malaysia.
Namun, keberangkatan mereka diwarnai keterbatasan dana. Tidak ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Agam untuk mendukung misi kebudayaan tersebut. “Perjalanan yang penuh rintangan, terutama dalam hal pendanaan. Kementerian Malaysia memang menyediakan akomodasi senilai 5.000 Ringgit, tapi mereka tidak menanggung tiket perjalanan dari Indonesia,” jelas Desriyanto.
Tiket yang melonjak naik karena musim liburan membuat kondisi semakin sulit. Biaya penerbangan harus ditutupi lewat pinjaman pribadi, namun jumlah dana yang tersedia masih belum cukup untuk menutup seluruh kebutuhan perjalanan. “Harga total tiket tersebut melonjak drastis karena musim liburan. Hal tersebut adalah kendala besar yang bisa menyebabkan tertundanya misi kebudayaan ini,” ucap Desriyanto.
Pihak sanggar telah mencoba berbagai cara, termasuk mengajukan permohonan bantuan ke sejumlah pihak. Audiensi telah dilakukan dengan DPRD Agam, Disdikbud Agam, DPRD Provinsi Sumbar, DPR RI, hingga Wakil Bupati Agam M. Iqbal. Namun hasilnya belum membuahkan solusi.
“Setelah dikonfirmasi kepada dinas terkait, mereka mengatakan belum ada instruksi dari Bupati Agam. Kami juga sudah mencoba menghubungi Bupati Benni Warlis, tapi tidak direspons,” ungkap Desriyanto.
Langkah selanjutnya adalah menghubungi kembali Wakil Bupati. Namun menurut Desriyanto, hasilnya tetap nihil meskipun M. Iqbal berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut. Sekarang kami tim Sari Banilai Lawang menampilkan 4 sajian karya seni tari dengan judul “Tari piriang Badarai, Tari Sakato, Tari Indang Duo dan Tari Pasambahan Siriah Langkok. Karya tersebut merupakan buah tangan dari koreografer Rasmida dan komposer Rafiloza.[Yun.S]