Kota PadangSumatera Barat

Setelah Apel Pagi, PPA, ASN, PPPK, Dapat Pembinaan Kakanmenag Kota Padang

×

Setelah Apel Pagi, PPA, ASN, PPPK, Dapat Pembinaan Kakanmenag Kota Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, marapipost.com-Usai melaksanakan Apel pagi pada Senin (30/6/2025) didepan Kantor Kemenag Kota Padang, Sumatera Barat, para penyuluh Agama Islam, ASN maupun PPPK mendapat pembinaan  dari Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) kota Padang, Edy Oktafiandi di Aula Kemenag.

Kakankemenag menyampaikan, bahwa Anggota Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) harus bisa melaksanakan Komunikasi, Kordinasi dan Kolaborasi tidak hanya kepada sesama penyuluh Islam namun juga terhadap penyuluh Agama umat lain yang ada di Kota Padang.

Hal tersebut bukan berarti mengajak mereka kepada agama Islam atau ke Mesjid, namun bagaimana sama- sama menjaga dan membina umat masing- masing agar dapat bersifat toleran antar umat beragama di Kota Padang.

Saling menghormati antar umat beragama merupakan kunci keharmonisan yang sama- sama didambakan oleh warga kota. Ujar Edy Oktafiandi. Edy mencontohkan Kota Singkawang Provinsi Kalimantan yang warganya sangat toleran terhadap sesama penganut Agama yang ada di kota tersebut.

Dia mencontohkan, bahkan yang menjadi Ketua panitia pembangunan sebuah Mesjid Raya di Singkawang adalah seorang Amoy (wanita Tionghoa) yang beragama Budha. Pasalnya tak ada diantara umat Islam di tempat tersebut yang bersedia menjadi Ketua Panitia Pembangunan Mesjid di maksud.

Akhirnya sang Amoy mengambil inisiatif untuk menjadi Ketua Panitia. Bahkan sang Amoy mengajak umatnya untuk menjadi donatur bahan pembangunan seperti keramik dan sebagainya, sehingga pembangun Mesjid berjalan lancar 

Contoh lainnya tutur Kakan Kemenag yang baru kembali dari Kalimantan Barat itu adalah dalam merayakan hari-hari besar keagamaan mereka sangat toleran. Saat Azan berkumandang, arak- arakan Cap Go Meh akan menghentikan bunyi-bunyian arak-arakan itu dan hanya berjalan membawa arak-arakan itu.

Sebaliknya begitu juga umat Islam, kalau ada perayaan Nyepi maka Umat Islam tetap Azan namun untuk saat itu menghilangkan suara mik yang di pakai di Mesjid/ Mushalla. Oleh karena itu Kota Singkawang menjadi percontohan di tingkat Nasional. Kota Padang diharapkan menjadi salah satu kota toleran.

Edy juga menekankan agar para anggota IPARI Kota Padang dapat melaksanakan TuSi ( Tugas dan Fungsi) masing-masing dengan maximal ditengah- tengah masyarakat. Seluruh lapisan Masyarakat harus mendapatkan penyuluhan dari anggota IPARI, baik itu disekolah yang dinamakanBimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Posyandu, Puskesmas, MTI dan lainnya, harap Kakan Kemenag.[ha]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *