LUBUK BASUNG, marapipost.com-Rasa solidaritas di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih tinggi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Agam Budi Prawiranegara, berharap agar solidaritas tersebut tetap bertahan.
Budi Perwiranegara menyatakan hal itu, menjawab pertanyaan marapipost.com Rabu (2/4/2025) terhadap informasi adanya anak hilang di Pantai Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Dua bocah tidak ditemukan ketika bermain diobjek wisata Pantai Pasia Tiku hari kedua Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Selasa (1/4/2025. Dua bocah tersebut tidak kelihatan lagi sekitar pukul 16.30 WIB.
Laporan diterima BPBD sekitar 20.50 WIB dari PMI Cabang Agam, ada orang hilang di Pantai Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pasia Tiku. Kejadian itu berawal, pada hari Selasa tanggal 1 April 2025 pukul 16.00 WIB itu, 2 orang bocah bernama Pino (5 tahun) dan Nazia (4 tahun), mandi-mandi di pantai tiku, di awasi neneknya yang akrab disapa Sidan (63 tahun).
Tetapi pada pukul 16.30 WIB, pihak keluarga tidak melihat survivor dan neneknya tersebut di tepi pantai. Tidak ayal, keluarga yang berasal dari Kampung Pili, Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, sontak, dan cemas.
Pecahnya kabar mengejutkan itu; BPBD Agam, TNI, Polri, keluarga, dan masyarakat gusar, dan berupaya mencari korban. Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran di lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Setelah dikoordinasikan kembali dengan pihak keluarga, ternyata ternyata dua bocah tersebut sudah berada di rumah, diantarkan masyarakat sekitar pukul 23.30 Wib.
Semula, diduga dua bocah tersebut tenggelam dibawa gelombang ketika mandi mandi, ternyata tidak. “Alhamdulillah kedua bocah tersebut selamat, berkat tingginya rasa tolong menolong dengan sesame di Kabupaten Agam”, tutur Kalaksa BPBD Kabupaten Agam Budi Perwiranegara.[lk]